Ubud merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar – Bali. Telah dikenal sebagai objek wisata budaya secara internasional dan nusantara. Berjarak 29 km dari kota Denpasar dan dapat ditempuh selama kurang lebih 60 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Pusat kota Ubud berada di pasar tradisional yang berdampingan dengan Puri Ubud dimana merupakan tempat tinggal raja-raja Ubud dikenal secara internasional dengan sebutan Ubud Royal Palace. Kota ini adalah sebuah kota yang unik dan kental akan kebudayaan Bali sebagai daya tarik wisata selain objek wisata yang ada.
Berbagai jenis seni dan budaya menetas dan berkembang di Ubud dengan masing-masing ciri khas yang dimiliki. Seiring perkembangannya, banyak juga lahir seniman-seniman yang terkenal sesuai dengan bidangnya.
Salah satu kesenian yang kental dan melekat dengan nama Ubud adalah seni lukis. Muncul pertama dengan gaya lukisan tradisional melahirkan seniman lukis I Gusti Nyoman Lempad yang telah mendapatkan berbagai macam penghargaan dan karyanya banyak dikoleksi oleh museum-museum mancanegara seperti Tropen Museum (Amsterdam), Musium fur Volkenkunda Basel (Jerman), dan lainnya dimana seiring dengan waktu, seni lukis di Ubud semakin berkembang dengan pengaruh kontemporer dan gaya lainnya sehingga semakin dikenal oleh wisatawan mancanegara dan nusantara. Beberapa karyanya juga dapat dilihat di museum-museum yang ada di Ubud, salah satunya Museum Puri Lukisan Ratna Warta.
Perkembangan seni lukis di Ubud ternyata juga dilirik oleh pelukis-pelukis dunia. Bahkan Ubud dijadikan sebagai pusat inspirasi para pelukis dalam menuangkan ide-idenya. Dan tidak sedikit juga dari beberapa pelukis mancanegara memutuskan untuk tinggal dan menetap di Ubud.
Don Antonio Blanco merupakan salah seorang pelukis dunia yang tinggal di kota Ubud. Datang pertama kali ke Ubud pada tahun 1952 karena ketertarikannya akan alam dan suasana yang ada di kota Ubud yang dituangkan di dalam karya-karya seninya. Seluruh waktunya dihabiskan hingga akhir hidupnya di kota ini sampai tahun 1999. Hingga sebuah museum juga dibangun berlokasi di kota Ubud untuk menyimpan karya-karyanya yang bernama The Blanco Renaissance Museum.
Disamping itu, seni patung juga mengimbangi perkembangan seni lukis di kota ini. Pahatan-pahatan kayu yang mempunyai nilai seni tinggi berpusat di Desa Mas yang termasuk dalam satu kecamatan Ubud, berjarak 6 kilometer dari pusat kota Ubud. Di tempat ini, berbagai karya masterpiece dilahirkan dari seniman-seniman patung terkenal salah satunya Ida Bagus Tilem yang beberapa karyanya menjadi koleksi beberapa museum mancanegara dan disimpan di sebuah yayasan Pita Maha yang dibentuk oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati, Walter Spies, dan Rudolf Bonet pada tahun 1953.
Terlepas dari itu, seni tari dan tabuh juga mengakar di kota Ubud. Kesenian ini merupakan kesenian yang mendasar terdapat di seluruh wilayah Bali, namun perkembangannya sangat terasa di desa Peliatan yang juga termasuk kecamatan Ubud, berjarak 3 kilometer dari pusat kota Ubud. Disini berkembang sebuah tarian bernama tari Legong dengan pembendaharaan gerak yang luwes dan rumit yang terikat dengan tabuh yang mengiringi. Tari ini terkenal dibawakan oleh sebuah grup gamelan Tirta Sari desa Peliatan yang sudah malang melintang di mancanegara. Selain Tirta Sari, grup gamelan lain juga banyak bermunculan di Ubud dimana mempunyai jadwal pementasan rutin setiap satu minggu sekali berlokasi di sekitar Puri Ubud.
Selain kesenian, yang tidak kalah menarik sebagai bagian dari kota Ubud adalah adanya objek-objek wisata disekitarnya yang menakjubkan dengan alam yang indah dan seni arsitektur yang luar biasa. Berjarak 1,5 kilometer dari Puri Ubud terdapat kawasan hutan asri yang digunakan sebagai tempat perlindungan monyet. Tempat ini dikenal dengan nama Mongkey Forest Ubud. Sampai saat ini, tempat ini telah dihuni oleh kurang lebih 200 ekor monyet. Selain habitat monyet, di tempat ini juga terdapat sebuah pura yang dibangun dengan arsitektur bali yang menawan nan rumit.
Berjarak kurang lebih 11 kilometer dari pusat kota ubud juga terdapat sebuah panorama alam persawahan yang menyegarkan dengan tatanannya yang bertingkat-tingkat atau disebut dengan terasering. Tepatnya berada di wilayah Cekingan, Tegalalang.
Selain itu, objek wisata yang tidak kalah menarik dan merupakan sebuah tempat bersemedi dari para pendeta brahmana pada abad ke-11 M adalah Goa Gajah. Berjarak 6 kilometer dari pusat kota Ubud, dan 27 kilometer dari Denpasar. Sebuah goa berbentu huruf “T” yang di dalamnya terdapat ceruk-ceruk dari batu sebanyak tiga buah dan patung Ganesha. Serta diluar gua juga terdapat patung dengan pancoran sebanyak tujuh buah pancoran yang melambangkan 7 sungai suci di India. Namun pada saat ini cuma tersisa enam patung karena satu buah patung sudah dipindahkan ke tempat lain akibat dari gempa beberapa tahun lalu.
Selain hal-hal tersebut diatas, masih banyak terdapat objek-objek wisata yang menarik dan kesenian budaya yang pantas untuk ditelusuri.
Silahkan hubungi kami di +62 21 579-52052 untuk informasi lebih lanjut atau comment di blog ini dan kami akan menjawab rasa penasaran anda……
Charter Mobil Incl.BBM,Guide&Driver Start From Rp.400,000.!!
![[HIS Murah Sekali!!] Blog Keliling Indonesia!! Bali, Jakarta, Jogja, Lombok, Komodo, Manado…](http://his-indohotel.com/wp-content/themes/hisindohotel/styles/default/logo-trans.png)




I want to quote your post in my blog. It can?
And you et an account on Twitter?
Thank you for your comment. Which post you want to quote?? Unfortunately, we don’t have account on Twitter……